Devi Laras Wijayani / 175231116 / Perbankan Syariah 2C
Mahasiswa jaman now lebih
terkesan pada sosok yang gemar menyuarakan aspirasi mereka bahkan secara tidak
etis, mereka juga tidak segan-segan merusak image mahasiswa yang konon ia
adalah tokoh pergerakan. Mahasiswa dari segi bahasa sendiri terdiri atas kata
maha-/ma•ha-/ bentuk terikat, sangat, amat, teramat, mahabesar, mahamulia,
besar, mahaguru, mahasiswa; sedangkan siswa/sis•wa/pelajar.
Gerakan Mahasiswa
Indonesia 1998 merupakan puncak pergerakan mahasiswa/rakyat pro-demokrasi pada
akhir tahun 1990an. Gerakan ini berhasil memaksa Soeharto berhenti dari
jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, setelah 32 tahun menjabat.
Sedabgkan, pada April 1998, Soeharto terpilih kembali menjadi Presiden Republik
Indonesia untuk ke-7 kalinya, tanpa wakil presiden. Peran mahasiswa Indonesia
sabgat mendominasi atas tuntutan penolakan terhadap Soeharto. Tujuan utama
mereka yaitu Gedung Parlemen, Gedung Nusantara dan gedung-gedung DPRD di
daerah. Seluruh elemen mahasiswa yang berbeda paham dan aliran dapat bersatu
dengan satu tujuan untuk menurunkan Soeharto.
Pergerakan mahasiswa pada
era Soeharto dimulai pada era 60-an dan 1998, yaitu dampak dari krisis ekonomi
serta kondisi sosial di Indonesia yang semakin hari semakin memburik. Sehingga,
konon adanya demonstrasi dari mahasiswa sebagai salah satu kontribusi untuk
menuntut keadilan masyarakat. Sejatinya mahasiswa adalah salah satu tokoh
pergerakan yang aksinya ia tujukan untuk mempertahankan hak-hak masyarakat
diatas kekuasaab pejabat.
Ketika berbincang mengenai
pergerakan, tentunya tidak asing lagi dengan nama Soe Hok Gie, dalam salah satu
kutipannya yaitu "Hidup memang perkara menghadapi yang tanda
tanya". Dengan cara berada dalam kondisi satu tingkat diatas keadaan
normal. Bukan sikap mencari aman di zona nyaman saja. Banyak dari mahasiswa,
ketika berada di luar forum bahkan ia belum mampu beradaptasi dengan
lingkungannya. Melalui diskusi kecil tentang problematika sehari-hari, seorang
mahasiswa dapat menimbun pengalaman baru, tantangan perihal mereka dituntut
untuk bisa menyesuaikan diri dan pencari penyelesaian atas permasalahan
tersebut.
Mahasiswa memiliki peranan
yang sangat dominan, ia sedang berada dalam semangat yang tibggi, seorang
akademisi, seorang pemikir dari setiap persoalan, serta seorang penuntut
hak-hak yang sering di implementasikan dalam aksi demonstrasi. Pada akhir-akhir
ini ada beberapa kasus yang berdampak pada pembatasan suara mahasiswa sebagai
juru bicara kampus, yang ditahan oleh pejabat-pejabat yang memiliki kekuasaan
tinggi.
Aksi yang baru saja
terjadi yaitu penolakan pengesahan revsisi Majelis Permusyawaratan Rakyat,
Dewab Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilab Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah. (Revisi UU MD3). Penolakan mereka terhadap RUU MD3 tentang perubahan
kedua atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3. PADA PASAL 122 menyebutkan MKD
daoat mengambil langkah hukum untuk menindak setiap orang yang merendahkab
kehornatan dewan.
Tertuang dalam pasal 73
dan 204 bahwa DPR dan panitia angket dapat meminta bantuan Kepolisian untuk
menindak setiap orang yang tidak memenuhi panggilannya. Pada pasal 245 di mana
dengan adanya pasal tersebut DPR menjadi kebal hukum. Selain itu, UU MD3 tersebut
memberengus hak rakyat. Seharusnya DPR berjuang untuk rakyat dan kembali ke
khitah perjuangan. Tidak malah menggunakan undang-undang untuk mematikan rakyat
dan membuat tameng agar kebal hukum.
Perlu diketahui terdapat
tiga sifat uang perlu ditanamkan dala. Diri mahasiswa pergerakan, yaitu adanya
kontribusi yang diberikan dengan tujuan hang positif dan membangun. Minimal ia
hadir dalam beberapa kegiatan sosial atau kegiatan yang dilaksanakan dari
mahasiswa-mahasiswi pergerakan. Hal sekecil apapun tetap menjadi nilai tambah
daripada mahasiswa lain atau mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang).
Ia akan memiliki sedikit waktu istirahat, namun terkadang fisik yang setiap
harinya terbentur, terbentur dan terbentur, lama-lama ia akan terbentuk.
Dalam rutinitas tersebut
kita akan mengalami naik turun emosi, persoalan-persoalan yang ringan hingga
berat, sehingga selanjutnya yang harus ditanamkan dalam diri seorang mahasiswa
adalah kebangkitan. Mahasiswa pergerakan harus memiliki semangat hitam, yaitu
ia lebih dari merah, lebih dari api,
semangatnya harus lebih dari membara. Kebangkitab tersebut secara tidak
langsung melatih mental mahasiswa. Mental dapat memperkokoh seseorang dalam
segala situasi. Ketiga gagal ia tidak mudah menyerah, akan tetapi semangat dan
keyakinan harus selalu tertanam dalam dirinya.
Sikap selanjutnya adalah
ia mampu memberikan perubahan bagi orang-orang di sekitar. Sehingga, mereka
tidak hanya berkontribusi dalam pendemonstrasian, turun ke jalan. Mereka,
berteriak melalu tindakan, sebagai contohnya: kontribusi yang secara langsung
kepada masyarakat, melalui sarana pendidikan yang diajarkan dengan memberikan
pengajaran baca tulis Al-Qur'an untuk anak-anak di sekitar masjid; kemudian
juga dapat melalui sarana kesehatan yakni dengan terselenggaranya kegiatan
donor darah yang tentunya lebih memberikan dampak positif kepada masyarakat
secara langsung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar