Devi Laras
Wijayani / PBS 2C / 175231116
Islam merupakan ajaran agama yang memerlukan
pemetaan dalam pembelajaran secara metodologis. Sedangkan, realitas
keberislamannya tentu mudah untuk dipahami dan diamalkan. Buku yang berjudul
“Pengantar Studi Islam” yang ditulis oleh Hasyim Hasanah, M.S.I. sangat cocok
dijadikan bacaan oleh mahasiswa di kalangan perguruan tinggi. Buku ini
diterbitkan oleh Penerbit Ombak (Anggota IKAPI), pada tahun 2013.
Pertama, membahas mengenai agama,
agama merupakan ajaran yang berasal dari Tuhan. Agama juga merupakan hasil
manipulasi dari renungan manusia yang hampir seluruh isinya terkandung dalam
kitab suci. Kitab suci tersebut dipelajari dan diamalkan secara turun temurun.
Tujuan dari kitab suci tersebut ialah untuk memberikan tuntutan dan sebagai pedoman/pandangan
hidup supaya mereka dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Berbicara mengenai agama, agama
memiliki tiga aspek ruang lingkup yang sangat umum. Tiga aspek ruang lingkup
tersebut, yaitu: aspek spiritual yang menunjukkan adanya hubungan manusia
dengan Tuhannya; dan aspek horizontal meliputi hubungan manusia satu dengan
manusia lain, maupun manusia dengan alam sekitar (seperti: hewan, tumbuhan, dan
lingkungan).
Keberadaan agama tentunya dapat
dicerminkan melalui keyakinan dan kepercayaan para penganutnya. Selain
keberadaan agama ada pula karakteristik suatu agama, diantaranya yaitu adanya
kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan gaib terhadap benda-benda keramat
disekitar mereka. Kekuatan tersebut biasa dilambangkan dengan adanya anggapan dari
nenek moyang bahwa disetiap benda-benda tersebut terdapat roh-roh yang bersemayan
didalamnya. Muncul pula anggapan yang mereka yakini bahwa adanya kehidupan di
dunia dan akhirat.
Karakteristik
secara umum dimaknai sebagai ciri khusus yang mempelajari tentang ilmu
pengetahuan dan kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Islam sebagai
salah satu agama pun memiliki ciri khusus, sehingga Islam dapat dibedakan
dengan agama lainnya. Adapun ciri khusus yang dimiliki Islam, yaitu: rabbaniyah
artinya bersumber dari Allah Swt. sedangkan Nabi Muhammad adalah utusan Allah
yang tugasnya menyampaikan wahyu kepada umatnya; insaniyah artinya diturunkan
kepada manusia, oleh karena itu Islam menerapkan ajaran yang sesuai dengan
fitrah manusia.
Tawazun
artinya menempatkan seluruh aspek kehidupan secara seimbang, menempatkan
kehidupan dunia sebagai urusan yang penting, tetapi tetap memperhatikan
kepentingan material dan spiritual; Al-Wasathiyah artinya meletakkan persoalan yang
ada tidak hanya pada satu aspek saja, melainkan memperhatikan pula keseimbangan
aspek lain seperti keseimbangan dasar ketentuan kehidupan; syumuliyah artinya agama
yang universal integralistik yaitu Islam sebagai ajaran yang mencakup seluruh
dimensi kehidupan manusia.
Al-Wudhuh
artinya memiliki kejelasan dalam hal konsep, sehingga tidak menimbulkan
kebimbangan dalam menjalankan syariatnya; Waqi’iyyah artinya dapat dijalankan
atau diamalkan oleh seluruh umat. Dalam arti kata lain, Islam tidak bertentangan
dengan realitas perkembangan zaman.
Islam memiliki
sifat universal dan Islam dapat menyesuaikan ajarannya dengan perkembangan zaman.
Materi ajaran Islam secara umum meliputi: akidah, syariat, dan akhlak. Berikut
adalah pemaparannya: Pertama, akidah islamiah merupakan ilmu tentang akidah
dengan objek bahasannya adalah arkan al
iman, yaitu suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan
lainnya, komponen tersebut memiliki sistematika yang tetap serta memiliki
hubungan kausalitas.
Kedua, syariat
adalah perundang-undangan yang mengatur pola hubungan manusia dengan Allah,
manusia dengan manusia lain, dan manusia dengan makhluk ciptaan Allah (seperti:
hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungan). Ketiga, akhlak merupakan tingkah laku
manusia sebagai akibat dari kebiasaan hidup mereka berdasarkan kaidah dan
ketentuan normatif agama. Akhlak yang dituntunkan dalam ajaran Islam adalah ahlaqul karimah yaitu akhlak sebagai
wujud tingkah laku yang muncul dari norma/nilai sebagai atribut kualitatif
pribadi. Sedangkan, orang yang berakhlak karimah disebut muhsin.
Ruang lingkup ajaran agama Islam
meliputi: hubungan manusia dengan Allah Swt. manusia dengan manusia, dan manusia
dengan makhluk ciptaan Allah (seperti: hewan, tumbuh-tumbuhan, maupun lingkungan).
Kesempurnaan ajaran agama Islam terdiri dari tiga hal (Mubarok, 2007:31),
yaitu: syumuliyatul minhaj yaitu cakupan
ajaran agama Islam meliputi berbagai dimensi di seluruh sistem dan kehidupan; syaumuliyatul makan yaitu cakupan ajaran
agama Islam meliputi seluruh aspek kehidupan yang berlaku sepanjang zaman; syumuliyatuz zaman yaitu cakupan ajaran
agama Islam dalam praktiknya berlaku untuk seluruh lapisan kehidupan.
Kemudian
membahas mengenai sumber ajaran agama Islam, sumber yang paling utama adalah
Al-Quran, dan hadis/sunah. Sedangkan, sumber ajaran Islam ketiga yaitu akal atau
penalaran. Al-Quran adalah firman Allah Swt. langsung kepada Nabi Muhammad
melalui Jibril. Dalam penyampaiannya Al-Quran menggunakan lafal bahasa Arab
yang jelas dan benar. Al-Quran diturunkan dengan fungsinya sebagai petunjuk
hidup manusia.
Hadis
dipahami sebagai sesuatu yang didasarkan dari nabi dengan apa yang diucapkan,
diperbuat, maupun apa yang telah ditetapkan nabi. Sedangkan sunah, para ulama
sendiri telah mendefinisikan sunah sebagai sesuatu yang didasarkan dari Nabi
Muhammad SAW, sehingga sesuatu tersebut lebih banyak dikerjakan daripada
ditinggalkan. Fungsi sunah yaitu memberikan perincian petunjuk dari isyarat
Al-Quran yang masih global.
Metodologi
studi Islam merupakan seperangkat ilmu dan teknik dengan pokok bahasannya
mengenai konsep teoritik berbagai metode/langkah/prosedur yang diperoleh dari
kekurangan/kelebihan untuk mengkaji Islam. Tema-tema pembahasan yang dapat
dikaji dalam MSI yaitu: pertama, agama sebagai sistem: artinya adalah melihat
agama dari segi pembentukan agama (melalui: teologis, historis, komparatif,
psikologis, dll); kedua, Islam merupakan sistem keagamaan: artinya metodologi
studi Islam mengkaji agama sebagai suatu bsistem sosial, sistem kelembagaan,
dan aspek organisasi sosial; ketiga, penelitian agama: artinya: MSI dapat
menjalankan fungsi agama dan menyediakan alternatif problem sosial secara
sistematis dan komprehensif.
Metode
yang digunakan untuk mengkaji ajaran Islam secara holistrik, baik dari segi
kualitatif maupun dari segi kuantitatif berdasarkan perkembangan metode
keilmuan. Secara kualitatif metode yang digunakan untuk mempelajari studi Islam,
yaitu: metode diakronis/sosiohistoris artinya mempelajari ajaran Islam dan
menjadikan sumber utama/sumber asli sebagai dasar MSI; metode sinkronik
analitik artinya mempelajari ajaran Islam dengan cara menganalisa/menelaah
teoritik dan meninggalkan segi aplikatif praktis.
Metode
deduktif induktif artinya mempelajari ajaran islam sesuai dengan kaidah-kaidah
secara logis maupun analisis terhadap persoalan-persoalan yang ada; metode
empiris artinya mempelajari ajaran Islam dengan proses realisasi, aktualisasi,
dan internalisasi kaidah-kaidah Islam; metode problem solving artinya mempelajari
ajaran Islam dengan cara memecahkan dan memberikan solusi terhadap berbagai
persoalan/masalah berdasarkan terapi Islam.
Banyak
ilmu pendekatan yang digunakan sebagai cara pandang memecahkan problematika
kehidupan. Berikut beberapa pendekatan Islam yang berkembang dalam bidang
keilmuan, yaitu: pendekatan teologis-normatif artinya menekankan aspek ilmu
ketuhanan yang muncul dari keyakinan/kepercayaan wujud nyata suatu keagamaan; pendekatan
historis artinya menghendaki adanya pengetahuan, pemahaman, dan penguraian
ajaran Islam dari sumber utama atau melalui latar belakang/kehidupan
masyarakat, dari aspek sejarah, budaya, politik, dll.
Pendekatan
psikologis artinya paya tersebut diperoleh melalui pendekatan dari gejala
kejiwaan dan batiniah dari pengalaman keagamaan seseorang; pendekatan filosofis
artinya menjawab/memecahkan persoalan/masalah secara spekulatif supaya hikmah,
hakikat atau inti permasalahan dapat dipahami dan dimengerti secara seksama
sehingga seseorang tidak terjebak dalam formalitas agama.
Pendekatan
sosiologis artinya melalui pendekatan ilmu sosiologi dalam menganalisa kajian
keislaman; pendekatan antropologis artinya memahami agama dari segi wujud
praktek ilmu agama yang berkembang di dalam masyarakat; pendekatan feminis
artinya upaya transformasi kritis dari perspektif teoritis yang memanfaatkan gender
sebagai kategorisasi analisa; pendekatan fenomenologis artinya mempelajari
Islam sebagai sebuah fenomena atau peristiwa yang sedang hangat
diperbincangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar