Minggu, 04 Februari 2018

Pengantar Studi Islam



Devi Laras Wijayani / PBS 2C / 175231116
                 Islam merupakan ajaran agama yang memerlukan pemetaan dalam pembelajaran secara metodologis. Sedangkan, realitas keberislamannya tentu mudah untuk dipahami dan diamalkan. Buku yang berjudul “Pengantar Studi Islam” yang ditulis oleh Hasyim Hasanah, M.S.I. sangat cocok dijadikan bacaan oleh mahasiswa di kalangan perguruan tinggi. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Ombak (Anggota IKAPI), pada tahun 2013.
            Pertama, membahas mengenai agama, agama merupakan ajaran yang berasal dari Tuhan. Agama juga merupakan hasil manipulasi dari renungan manusia yang hampir seluruh isinya terkandung dalam kitab suci. Kitab suci tersebut dipelajari dan diamalkan secara turun temurun. Tujuan dari kitab suci tersebut ialah untuk memberikan tuntutan dan sebagai pedoman/pandangan hidup supaya mereka dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
            Berbicara mengenai agama, agama memiliki tiga aspek ruang lingkup yang sangat umum. Tiga aspek ruang lingkup tersebut, yaitu: aspek spiritual yang menunjukkan adanya hubungan manusia dengan Tuhannya; dan aspek horizontal meliputi hubungan manusia satu dengan manusia lain, maupun manusia dengan alam sekitar (seperti: hewan, tumbuhan, dan lingkungan).
            Keberadaan agama tentunya dapat dicerminkan melalui keyakinan dan kepercayaan para penganutnya. Selain keberadaan agama ada pula karakteristik suatu agama, diantaranya yaitu adanya kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan gaib terhadap benda-benda keramat disekitar mereka. Kekuatan tersebut biasa dilambangkan dengan adanya anggapan dari nenek moyang bahwa disetiap benda-benda tersebut terdapat roh-roh yang bersemayan didalamnya. Muncul pula anggapan yang mereka yakini bahwa adanya kehidupan di dunia dan akhirat.
Karakteristik secara umum dimaknai sebagai ciri khusus yang mempelajari tentang ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Islam sebagai salah satu agama pun memiliki ciri khusus, sehingga Islam dapat dibedakan dengan agama lainnya. Adapun ciri khusus yang dimiliki Islam, yaitu: rabbaniyah artinya bersumber dari Allah Swt. sedangkan Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang tugasnya menyampaikan wahyu kepada umatnya; insaniyah artinya diturunkan kepada manusia, oleh karena itu Islam menerapkan ajaran yang sesuai dengan fitrah manusia.
Tawazun artinya menempatkan seluruh aspek kehidupan secara seimbang, menempatkan kehidupan dunia sebagai urusan yang penting, tetapi tetap memperhatikan kepentingan material dan spiritual; Al-Wasathiyah artinya meletakkan persoalan yang ada tidak hanya pada satu aspek saja, melainkan memperhatikan pula keseimbangan aspek lain seperti keseimbangan dasar ketentuan kehidupan; syumuliyah artinya agama yang universal integralistik yaitu Islam sebagai ajaran yang mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia.
Al-Wudhuh artinya memiliki kejelasan dalam hal konsep, sehingga tidak menimbulkan kebimbangan dalam menjalankan syariatnya; Waqi’iyyah artinya dapat dijalankan atau diamalkan oleh seluruh umat. Dalam arti kata lain, Islam tidak bertentangan dengan realitas perkembangan zaman.
Islam memiliki sifat universal dan Islam dapat menyesuaikan ajarannya dengan perkembangan zaman. Materi ajaran Islam secara umum meliputi: akidah, syariat, dan akhlak. Berikut adalah pemaparannya: Pertama, akidah islamiah merupakan ilmu tentang akidah dengan objek bahasannya adalah arkan al iman, yaitu suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, komponen tersebut memiliki sistematika yang tetap serta memiliki hubungan kausalitas.
Kedua, syariat adalah perundang-undangan yang mengatur pola hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia lain, dan manusia dengan makhluk ciptaan Allah (seperti: hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungan). Ketiga, akhlak merupakan tingkah laku manusia sebagai akibat dari kebiasaan hidup mereka berdasarkan kaidah dan ketentuan normatif agama. Akhlak yang dituntunkan dalam ajaran Islam adalah ahlaqul karimah yaitu akhlak sebagai wujud tingkah laku yang muncul dari norma/nilai sebagai atribut kualitatif pribadi. Sedangkan, orang yang berakhlak karimah disebut muhsin.
            Ruang lingkup ajaran agama Islam meliputi: hubungan manusia dengan Allah Swt. manusia dengan manusia, dan manusia dengan makhluk ciptaan Allah (seperti: hewan, tumbuh-tumbuhan, maupun lingkungan). Kesempurnaan ajaran agama Islam terdiri dari tiga hal (Mubarok, 2007:31), yaitu: syumuliyatul minhaj yaitu cakupan ajaran agama Islam meliputi berbagai dimensi di seluruh sistem dan kehidupan; syaumuliyatul makan yaitu cakupan ajaran agama Islam meliputi seluruh aspek kehidupan yang berlaku sepanjang zaman; syumuliyatuz zaman yaitu cakupan ajaran agama Islam dalam praktiknya berlaku untuk seluruh lapisan kehidupan.
Kemudian membahas mengenai sumber ajaran agama Islam, sumber yang paling utama adalah Al-Quran, dan hadis/sunah. Sedangkan, sumber ajaran Islam ketiga yaitu akal atau penalaran. Al-Quran adalah firman Allah Swt. langsung kepada Nabi Muhammad melalui Jibril. Dalam penyampaiannya Al-Quran menggunakan lafal bahasa Arab yang jelas dan benar. Al-Quran diturunkan dengan fungsinya sebagai petunjuk hidup manusia.
Hadis dipahami sebagai sesuatu yang didasarkan dari nabi dengan apa yang diucapkan, diperbuat, maupun apa yang telah ditetapkan nabi. Sedangkan sunah, para ulama sendiri telah mendefinisikan sunah sebagai sesuatu yang didasarkan dari Nabi Muhammad SAW, sehingga sesuatu tersebut lebih banyak dikerjakan daripada ditinggalkan. Fungsi sunah yaitu memberikan perincian petunjuk dari isyarat Al-Quran yang masih global.
Metodologi studi Islam merupakan seperangkat ilmu dan teknik dengan pokok bahasannya mengenai konsep teoritik berbagai metode/langkah/prosedur yang diperoleh dari kekurangan/kelebihan untuk mengkaji Islam. Tema-tema pembahasan yang dapat dikaji dalam MSI yaitu: pertama, agama sebagai sistem: artinya adalah melihat agama dari segi pembentukan agama (melalui: teologis, historis, komparatif, psikologis, dll); kedua, Islam merupakan sistem keagamaan: artinya metodologi studi Islam mengkaji agama sebagai suatu bsistem sosial, sistem kelembagaan, dan aspek organisasi sosial; ketiga, penelitian agama: artinya: MSI dapat menjalankan fungsi agama dan menyediakan alternatif problem sosial secara sistematis dan komprehensif.
Metode yang digunakan untuk mengkaji ajaran Islam secara holistrik, baik dari segi kualitatif maupun dari segi kuantitatif berdasarkan perkembangan metode keilmuan. Secara kualitatif metode yang digunakan untuk mempelajari studi Islam, yaitu: metode diakronis/sosiohistoris artinya mempelajari ajaran Islam dan menjadikan sumber utama/sumber asli sebagai dasar MSI; metode sinkronik analitik artinya mempelajari ajaran Islam dengan cara menganalisa/menelaah teoritik dan meninggalkan segi aplikatif praktis.
Metode deduktif induktif artinya mempelajari ajaran islam sesuai dengan kaidah-kaidah secara logis maupun analisis terhadap persoalan-persoalan yang ada; metode empiris artinya mempelajari ajaran Islam dengan proses realisasi, aktualisasi, dan internalisasi kaidah-kaidah Islam; metode problem solving artinya mempelajari ajaran Islam dengan cara memecahkan dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan/masalah berdasarkan terapi Islam.
Banyak ilmu pendekatan yang digunakan sebagai cara pandang memecahkan problematika kehidupan. Berikut beberapa pendekatan Islam yang berkembang dalam bidang keilmuan, yaitu: pendekatan teologis-normatif artinya menekankan aspek ilmu ketuhanan yang muncul dari keyakinan/kepercayaan wujud nyata suatu keagamaan; pendekatan historis artinya menghendaki adanya pengetahuan, pemahaman, dan penguraian ajaran Islam dari sumber utama atau melalui latar belakang/kehidupan masyarakat, dari aspek sejarah, budaya, politik, dll.
Pendekatan psikologis artinya paya tersebut diperoleh melalui pendekatan dari gejala kejiwaan dan batiniah dari pengalaman keagamaan seseorang; pendekatan filosofis artinya menjawab/memecahkan persoalan/masalah secara spekulatif supaya hikmah, hakikat atau inti permasalahan dapat dipahami dan dimengerti secara seksama sehingga seseorang tidak terjebak dalam formalitas agama.
Pendekatan sosiologis artinya melalui pendekatan ilmu sosiologi dalam menganalisa kajian keislaman; pendekatan antropologis artinya memahami agama dari segi wujud praktek ilmu agama yang berkembang di dalam masyarakat; pendekatan feminis artinya upaya transformasi kritis dari perspektif teoritis yang memanfaatkan gender sebagai kategorisasi analisa; pendekatan fenomenologis artinya mempelajari Islam sebagai sebuah fenomena atau peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar