A.
KAPITALISME
Kapitalisme
adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni
kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam
produksi barang lainnya.
Sistem
perekonomian atau tata ekonomi kapitalisme yakni memberikan kebebasan secara
penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti
memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang, dan lain sebagainya.
Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya.
Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan
berbagai cara.
Teori
dasar ekonomi kapitalisme dengan mengetahui ciri dasar sistem tersebut, yaitu
pemaksimalan keuntungan individu melalui kegiatan-kegiatan ekonomi yang
dimaksudkan membantu kepentingan publik. Akan tetapi, masih banyak individu
yang ia hormati dan ia kejar adalah keuntungan bagi dirinya sendiri. Di sini ia
dituntun oleh tangan-tangan yang tidak terlihat (the invisible hand) untuk mengejar yang bukan bagian dari kehendak
sendiri.
Dillard
membagi urutan perkembangan kapitalisme menjadi tiga tahapan. Secara kronologis
dalam tahapan sejarah perkembangannya:
1.
Kapitalisme Awal (1500-1750)
2.
Kapitalisme Klasik (1759-1914)
3.
Kapitalisme Lanjut (Pasca 1914)
B.
SOSIALISME
Sosialisme
adalah sebuah masyarakat dimana kaum keperja sendiri yang menguasai alat-alat
produksi dan merencanakan ekonomi secara demokratik; dan semua ini secara internasional.
Penggunaan kata sosialisme sering digunakan dalam berbagau konteks yang berbeda
oleh berbagai kelompok, namun hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal
dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 dan ke-20,
yang berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian,
yang dengan sistem ekonomi, menurut mereka, dapat melayani masyarakat banyak,
ketimbang hanya segelintir elite.
Sosialisme
lahir dari faham sosialis yang mengusahakan industri negara bukan semata untuk
mencari keuntungan yang melebihi usaha keuntungan kapitalis yang mungkin
berhasil, mungkin tiada. Akan tetapi, untuk penyelenggaraan industri yang lebih
demokratis, bermanfaat dan bermartabat, penggunaan mesin yang lebih
mementingkan manusia dan penggunaan hasil kecerdasan manusia yang lebih bijak.
Sistem
politik sosialisme menggunakan demokrasi, memiliki hubungan yang sangat
penting. Ia menjadi bagian dari kebijakan sosialis. Sosialisme dalam konteks
demokrasi memiliki tujuan dengan inti yang sama, yakni lebih mewujudkan
demokrasi dengan memperluas penerapan prinsip-prinsip demokrasi dari hal-hal
yang bersifat politis sampai pada yang bersifat non-politis dalam masyarakat.
Oleh sebab itu, untuk mencapai cita-citanya, sosialis menggunakan cara-cara
yang demokratis.
Dalam
sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan
dan penawaran terhadap harga dan kualitas masih berlaku. Pemerintah mengatur
berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.
Prinsip-prinsip
sosialis:
1.
Masalah Agama
Keagamaan
telah membuktikan betapa adanya berbagai ajaran yang dipegangnya. Hal ini
tampak terlihat di Inggris pada masa itu menurut Attle. Hal ini karena dulu ada
gerakan Kristiani Sosialis yang beranggapan bahwa agama itu harus
disosialisasikan dan sosialisme harus dikristianikan.
2.
Idealisme Etis dan Estetis
Ini
merupakan pemberontakan melawan kemelaratan, kebosanan, dan kemiskinan hidup
dibawah kapitalisme industri. Pemberontakan etis dan estetis masa Inggris Victoria
merusak rasa percaya diri yang tumbuh pada masa itu. Sebab keraguan itu,
dirinya mendapatkan banyak sosialis yang positif dapat dikembangkan mengenai
langkah demi langkah. Ini bukan merupakan program politik dan ekonomi,
melainkan pemberontakan dari kehidupan yang kotor dan keadaan syarakat yang
miskin akibat kapitalis industri.
3.
Empirisme Febian
Masyarakat
febian didirikan pada tahun1884, serta mengambil nama seorang Romawi yakni
Quintus FebianMaximus Cunctator, si ‘penunda’. Motto awal dari masyarakat ini
adalah’Engkau harus menunggu saat yang tepat; kalau saat tepat itu tiba engkau
harus melakukan serangan yang dahsyat, sebab jika tidak, penundaan yang engkau
lakukan itu sia-sia dan tidak akan membawa hasil.
4.
Liberalisme
Sosialisme
sebagai bentuk kekuatan politik, sosial, dan ekonomi sangat berpihak kepada
tindakan populis dan untuk rakyat, ini dilakukan berupa pemberian kesempatan
kerja, menghapus diskriminasi, memperjuangkan mengenai persamaan hak,
memperjuangkan hak-hak pekerja, kerjasama serta menghapuskan persaingan dan
mengatur mekanisme ekonomi untuk kepentingan seluruh rakyat.
Sosialisme
Utopis adalah sebutan istilah untuk mendefinisikan awal mula pemikiran
sosialisme modern. Istilah “Sosialisme Utopis” awalnya diperkenalkan oleh Karl
Marx dan kemudian digunakan oleh pemikir-pemikir sosialis setelahnya, untuk
menggambarkan awal kaum sosialis intelektual yang menciptakan hipotesis masa
datang dari penganut paham egalitarian dan masyarakat komunal tanpa semata-mata
memperhatikan diri mereka sendiri dengan cara menciptakan atau memperjuangkan
komunitas masyarakat tersebut.
C.
KOMUNISME
Komunis
mulai populer dipergunakan setelah revolusi di tahun 1830 di Perancis. Suatu
gerakan yang menghendaki perubahan pemerintahan yang bersifat parlementer dan
dihapuskannya raja. Prinsip semuanya adalah milik rakyat dan dikuasai oleh
negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi
demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut anti
liberalisme. Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya,
dengan prinsip agama adalah racun yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang
rasional dan nyata. Komunisme menjadi ideologi mulai diterapkan saat meletusnya
Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Pada tahun 2005 negara
yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba
dan Laos.
Kelas-kelas
tidak perlu dihapus secara khusus sesudah kelas kapitalisme diadakan karena
kapitalisme sendiri sudah menghapus semua kelas, sehingga hanya tinggal
proletariat. Itulah sebabnya revolusi sosialis tidak akan menghasilkan
masyarakat atas dan masyarakat bawah lagi. Ciri-ciri inti masyarakat komunis:
1.
Penghapusan hak milik pribadi atas
alat-alat produksi,
2.
Penghapusan kelas-kelas sosialisme,
3.
Menghilangnya negara,
4.
Penghapusan pembagian kerja.
Pada
tahun 1848 Karl Marx dan Freidrich Engels menerbitkan Manifesto Komunis, suatu dokumen yang banyak mempengaruhi gerakan
revolusioner. Marx membentuk
interpretasi ekonomi tentang sejarah, dan interpretasi tersebut telah
berpengaruh kuat selama seratus tahun terakhir ini. Bagi Marx faktor ekonomi
adalah faktor yang menentukan dalam perkembangan sejarah manusia. Sejarah
digambarkan sebagai pertempuran kelas, dimana alat-alat produksi, didistribusi
dan pertukaran barang dalam struktur ekonomi dalam masyarakat menyebabkan
perubahan dalam hubungan kelas, dan ini semua mempengaruhi kebiasaan dalam
tradisi politik, sosial, moral dan agama.
Terdapat
lima macam sistem produksi, yaitu:
1)
Sistem komunisme primitif: tindakan
ekonomi yang pertama dan mempunyai ciri-ciri pemilikan benda secara kolektif,
hubungannya yang damai antar perorangan dan tidak adanya tehnologi.
2)
Sistem produksi kuno yang didasarkan
atas perbudakan. Cirinya adalah timbulnya hal milik pribadi, yang terjadi ketika
pertanian dan pemeliharaan binatang mengganti perburuan sebagai sarana hidup.
3)
Tingkatan kelompok-kelompok feodal
menguasai penduduk-penduduk. Pembesar-pembesar feodal menguasai kelebihan hasil
para penduduk yang hidup secara sederhana.
4)
Muncul sistem borjuis atau kapitalis
dengan meningkatnya perdagangan, penciptaan dan pembagian pekerjaan
Kedudukan
proletariat dalam komunisme semakin dibahagiakan di kalangan individu sehingga
pekerja yang dahulu melaksanakan tugas menyeluruh, sekarang hanya melaksanakan
sebagian daripada tugas tersebut. Rusia merupakan pusat kegiatan pembaharuan
untuk menegakkan negara yang berdasarkan faham komunisme setelah meletusnya
Revolusi Bolshevik ditahun 1917. Pada tahun 1919 didirikan Third International atau yang dikenal dengan Komunisme
Internasional.
Pemerintahan
komunis didasarkan ideologinya memperlakukan semua negara bagian mereka,
menciptakan masyarakat sama rata sama rasa. Dalam kenyataannya kekerasan,
penyingkiran lawan-lawan, pembuangan, pengasingan, agitasi dan propaganda untuk
menghancurkan bagi mereka yang tidak sejalan merupakan tindakan yang biasa dan
harus dijalankan dengan cara revolusioner dan radikal.
Sistem
politik komunisme meelalui partai komunis yang menganut single party memegang
kekuasaan dengan mutlak-diktator. Rakyat tidak mungkin mengembangkan buah
pikirannya, apalagi melakukan partisipasi politik yang berbeda dengan partai
komunis yang berkuasa, termasuk untuk mengemukakan kebijaksanaan partai negara.
Sistem perekonomian komunisme menjadikan peran pemerintah sebagai pengatur
seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Dalam bidang ekonomi, telah
menciptakan kelas baru antyara pemegang kekuasaan dengan rakyat, yakni
ditindasnya hak rakyat dalam berkreativitas dibidang ekonomi serta pemilikan.
Dibidang sosial budaya telah menciptakan manusia yang tidak lagi memiliki
harkat kemanusiaan yang asasi dan universal.
Prinsip-prinsip
komunisme:
1.
Sistem politik, sosial, ekonomi dan
kebudayaan sesuai dengan ajaran Marxisme-Leninisme
2.
Ideologi komunis yang berasal dari pemikiran
Marx memberikan ekspresi harapan. Filsafat Marx yang komunis telah menyadarkan
jani penyelamat sosial.
3.
Orang komunis percara terhadap
historical materialis, sebab mereka memandang soal-soal spritual hanya sebagai
efek sampingan hakikat dari keadaan perkembangan materi termasuk ekonomi.
Sumber:
Kristeva, M. A., Nur Sayyid Santosa, Sejarah Ideologi Dunia (Yogyakarta: Lentera
Kreasindo, 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar