Sabtu, 14 Oktober 2017

Pengertian Kapitalisme, Sosialisme, dan Komunisme



A.      KAPITALISME
Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya.
Sistem perekonomian atau tata ekonomi kapitalisme yakni memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang, dan lain sebagainya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.
Teori dasar ekonomi kapitalisme dengan mengetahui ciri dasar sistem tersebut, yaitu pemaksimalan keuntungan individu melalui kegiatan-kegiatan ekonomi yang dimaksudkan membantu kepentingan publik. Akan tetapi, masih banyak individu yang ia hormati dan ia kejar adalah keuntungan bagi dirinya sendiri. Di sini ia dituntun oleh tangan-tangan yang tidak terlihat (the invisible hand) untuk mengejar yang bukan bagian dari kehendak sendiri.
Dillard membagi urutan perkembangan kapitalisme menjadi tiga tahapan. Secara kronologis dalam tahapan sejarah perkembangannya:
1.      Kapitalisme Awal (1500-1750)
2.      Kapitalisme Klasik (1759-1914)
3.      Kapitalisme Lanjut (Pasca 1914)

B.       SOSIALISME
Sosialisme adalah sebuah masyarakat dimana kaum keperja sendiri yang menguasai alat-alat produksi dan merencanakan ekonomi secara demokratik; dan semua ini secara internasional. Penggunaan kata sosialisme sering digunakan dalam berbagau konteks yang berbeda oleh berbagai kelompok, namun hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 dan ke-20, yang berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian, yang dengan sistem ekonomi, menurut mereka, dapat melayani masyarakat banyak, ketimbang hanya segelintir elite.
Sosialisme lahir dari faham sosialis yang mengusahakan industri negara bukan semata untuk mencari keuntungan yang melebihi usaha keuntungan kapitalis yang mungkin berhasil, mungkin tiada. Akan tetapi, untuk penyelenggaraan industri yang lebih demokratis, bermanfaat dan bermartabat, penggunaan mesin yang lebih mementingkan manusia dan penggunaan hasil kecerdasan manusia yang lebih bijak.
Sistem politik sosialisme menggunakan demokrasi, memiliki hubungan yang sangat penting. Ia menjadi bagian dari kebijakan sosialis. Sosialisme dalam konteks demokrasi memiliki tujuan dengan inti yang sama, yakni lebih mewujudkan demokrasi dengan memperluas penerapan prinsip-prinsip demokrasi dari hal-hal yang bersifat politis sampai pada yang bersifat non-politis dalam masyarakat. Oleh sebab itu, untuk mencapai cita-citanya, sosialis menggunakan cara-cara yang demokratis.
Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kualitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.
Prinsip-prinsip sosialis:
1.      Masalah Agama
Keagamaan telah membuktikan betapa adanya berbagai ajaran yang dipegangnya. Hal ini tampak terlihat di Inggris pada masa itu menurut Attle. Hal ini karena dulu ada gerakan Kristiani Sosialis yang beranggapan bahwa agama itu harus disosialisasikan dan sosialisme harus dikristianikan.
2.      Idealisme Etis dan Estetis
Ini merupakan pemberontakan melawan kemelaratan, kebosanan, dan kemiskinan hidup dibawah kapitalisme industri. Pemberontakan etis dan estetis masa Inggris Victoria merusak rasa percaya diri yang tumbuh pada masa itu. Sebab keraguan itu, dirinya mendapatkan banyak sosialis yang positif dapat dikembangkan mengenai langkah demi langkah. Ini bukan merupakan program politik dan ekonomi, melainkan pemberontakan dari kehidupan yang kotor dan keadaan syarakat yang miskin akibat kapitalis industri.
3.      Empirisme Febian
Masyarakat febian didirikan pada tahun1884, serta mengambil nama seorang Romawi yakni Quintus FebianMaximus Cunctator, si ‘penunda’. Motto awal dari masyarakat ini adalah’Engkau harus menunggu saat yang tepat; kalau saat tepat itu tiba engkau harus melakukan serangan yang dahsyat, sebab jika tidak, penundaan yang engkau lakukan itu sia-sia dan tidak akan membawa hasil.
4.      Liberalisme
Sosialisme sebagai bentuk kekuatan politik, sosial, dan ekonomi sangat berpihak kepada tindakan populis dan untuk rakyat, ini dilakukan berupa pemberian kesempatan kerja, menghapus diskriminasi, memperjuangkan mengenai persamaan hak, memperjuangkan hak-hak pekerja, kerjasama serta menghapuskan persaingan dan mengatur mekanisme ekonomi untuk kepentingan seluruh rakyat.
Sosialisme Utopis adalah sebutan istilah untuk mendefinisikan awal mula pemikiran sosialisme modern. Istilah “Sosialisme Utopis” awalnya diperkenalkan oleh Karl Marx dan kemudian digunakan oleh pemikir-pemikir sosialis setelahnya, untuk menggambarkan awal kaum sosialis intelektual yang menciptakan hipotesis masa datang dari penganut paham egalitarian dan masyarakat komunal tanpa semata-mata memperhatikan diri mereka sendiri dengan cara menciptakan atau memperjuangkan komunitas masyarakat tersebut.

C.       KOMUNISME
Komunis mulai populer dipergunakan setelah revolusi di tahun 1830 di Perancis. Suatu gerakan yang menghendaki perubahan pemerintahan yang bersifat parlementer dan dihapuskannya raja. Prinsip semuanya adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut anti liberalisme. Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama adalah racun yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Komunisme menjadi ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
Kelas-kelas tidak perlu dihapus secara khusus sesudah kelas kapitalisme diadakan karena kapitalisme sendiri sudah menghapus semua kelas, sehingga hanya tinggal proletariat. Itulah sebabnya revolusi sosialis tidak akan menghasilkan masyarakat atas dan masyarakat bawah lagi. Ciri-ciri inti masyarakat komunis:
1.      Penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi,
2.      Penghapusan kelas-kelas sosialisme,
3.      Menghilangnya negara,
4.      Penghapusan pembagian kerja.
Pada tahun 1848 Karl Marx dan Freidrich Engels menerbitkan Manifesto Komunis, suatu dokumen yang banyak mempengaruhi gerakan revolusioner. Marx membentuk  interpretasi ekonomi tentang sejarah, dan interpretasi tersebut telah berpengaruh kuat selama seratus tahun terakhir ini. Bagi Marx faktor ekonomi adalah faktor yang menentukan dalam perkembangan sejarah manusia. Sejarah digambarkan sebagai pertempuran kelas, dimana alat-alat produksi, didistribusi dan pertukaran barang dalam struktur ekonomi dalam masyarakat menyebabkan perubahan dalam hubungan kelas, dan ini semua mempengaruhi kebiasaan dalam tradisi politik, sosial, moral dan agama.
Terdapat lima macam sistem produksi, yaitu:
1)      Sistem komunisme primitif: tindakan ekonomi yang pertama dan mempunyai ciri-ciri pemilikan benda secara kolektif, hubungannya yang damai antar perorangan dan tidak adanya tehnologi.
2)      Sistem produksi kuno yang didasarkan atas perbudakan. Cirinya adalah timbulnya hal milik pribadi, yang terjadi ketika pertanian dan pemeliharaan binatang mengganti perburuan sebagai sarana hidup.
3)      Tingkatan kelompok-kelompok feodal menguasai penduduk-penduduk. Pembesar-pembesar feodal menguasai kelebihan hasil para penduduk yang hidup secara sederhana.
4)      Muncul sistem borjuis atau kapitalis dengan meningkatnya perdagangan, penciptaan dan pembagian pekerjaan
Kedudukan proletariat dalam komunisme semakin dibahagiakan di kalangan individu sehingga pekerja yang dahulu melaksanakan tugas menyeluruh, sekarang hanya melaksanakan sebagian daripada tugas tersebut. Rusia merupakan pusat kegiatan pembaharuan untuk menegakkan negara yang berdasarkan faham komunisme setelah meletusnya Revolusi Bolshevik ditahun 1917. Pada tahun 1919 didirikan Third International atau yang dikenal dengan Komunisme Internasional.
Pemerintahan komunis didasarkan ideologinya memperlakukan semua negara bagian mereka, menciptakan masyarakat sama rata sama rasa. Dalam kenyataannya kekerasan, penyingkiran lawan-lawan, pembuangan, pengasingan, agitasi dan propaganda untuk menghancurkan bagi mereka yang tidak sejalan merupakan tindakan yang biasa dan harus dijalankan dengan cara revolusioner dan radikal.
Sistem politik komunisme meelalui partai komunis yang menganut single party memegang kekuasaan dengan mutlak-diktator. Rakyat tidak mungkin mengembangkan buah pikirannya, apalagi melakukan partisipasi politik yang berbeda dengan partai komunis yang berkuasa, termasuk untuk mengemukakan kebijaksanaan partai negara. Sistem perekonomian komunisme menjadikan peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Dalam bidang ekonomi, telah menciptakan kelas baru antyara pemegang kekuasaan dengan rakyat, yakni ditindasnya hak rakyat dalam berkreativitas dibidang ekonomi serta pemilikan. Dibidang sosial budaya telah menciptakan manusia yang tidak lagi memiliki harkat kemanusiaan yang asasi dan universal.
Prinsip-prinsip komunisme:
1.      Sistem politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan sesuai dengan ajaran Marxisme-Leninisme
2.      Ideologi komunis yang berasal dari pemikiran Marx memberikan ekspresi harapan. Filsafat Marx yang komunis telah menyadarkan jani penyelamat sosial.
3.      Orang komunis percara terhadap historical materialis, sebab mereka memandang soal-soal spritual hanya sebagai efek sampingan hakikat dari keadaan perkembangan materi termasuk ekonomi.

 
Sumber:
Kristeva, M. A., Nur Sayyid Santosa, Sejarah Ideologi Dunia (Yogyakarta: Lentera
       Kreasindo, 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar