Dalam
situasi sekarang ini kita sebagai mahasiswa sering kali dihadapkan oleh
berbagai masalah, terutama bagi mahasiswa baru. Entah dari dalam diri mereka sendiri,
dari orang-orang sekitar, maupun lingkungan tempat mereka berada. Salah satunya
yang akan saya bahas saat ini yaitu problematika seorang mahasiswa baru atau
perasaan dilema ketika ia harus melanjutkan studinya di luar kota, yang harus
berpisah dengan keluarganya. Sikap utama yang harus dimiliki oleh seorang
mahasiswa baru yaitu, pertama adalah menjadi mahasiswa yang mandiri. Dimana
mental disini sangat diperlukan, sikap diri maupun gaya hidup juga diperlukan. Beberapa
yang akan saya sampaikan mungkin merupakan gabungan dari materi dan nasihat
yang disampaikan oleh Bapak Dr. H Ahmad Umar, M. A selaku Kepala Biro
Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan. Dengan tema “Meningkatkan Mutu
Peran dan Kontribusi Pendidikan Islam Bagi Masa Depan Pembangunan Bangsa”.
Beberapa
hal yang perlu dilakukan oleh mahasiswa yaitu mereka dituntut untuk menjadi pribadi
yang mandiri, smart, peka terhadap keadaan sekitar dan yang paling penting
adalah selalu taat dan meminta doa restu kepada orang tua. Dalam keadaan
apapun, doa restu dari kedua orang tua adalah hal yang paling mujarab diantara
segala doa dan usaha yang telah kita lakukan. Walaupun kita sedang tidak
tinggal bersama, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk selalu meminta
restu dan setidaknya memberi sedikit kabar kepada orang tua.
Kemudian,
menjadi mahasiswa yang smart, aktif, pandai, cerdas dapat disandang oleh
mahasiswa bari berbagai golongan. Salah satu hal yang paling menonjol adalah ketidak
mampuan seseorang tidak menutup atau tidak membatasi pengetahuan seseorang.
Ilmu tidak hanya dapat dicari dari pengalaman-pengalam yang bergengsi, komunitas-komunitas
yang elite, hobi-hobi yang berkelas. Semua itu dapat di peroleh dari
pengalaman-pengalaman yang sederhana, mengikuti berbagai pergerakan mahasiswa, menjadi
mahasiswa berprestasi baik akademik maupun non akademik.
Menghindari
sikap buruk dari mahasiswa yang tinggal jauh bersama orang tua. Permasalahan
yang paling utama yakni sikap boros mahasiswa, perasaan tidak mudah puas yang
menyebabkan mereka membeli barang-barang yang tidak menjadi prioritas.
Sebaiknya sebagai mahasiswa yang ideal dan mampu mengerti kondisi entah dari
kalangan orang mampu maupun tidak. Hendaknya dapat memanfaatkan uang yang ia
peroleh bulanannya, bukan hanya untuk berfoya-foya, tetapi hendaknya digunakan
untuk hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.
Tetapi
ada satu hal yang tidak dapat lepas dari sikap mahasiswa masa kini. Walaupun
mereka mengikuti berbagai jenis kegiatan yang mungkin menguras otak dan tenaga.
Mahasiswa tetap dituntut untuk selalu rajin menjalankan ibadahnya, terlebih
ketika ada waktu luang sebelum berangkat ke kampus yakni melaksanakan sholat
Dhuha dua rekaat atau empat rekaan dan sholat tahajud di malam hari.
Nah,
dari sini kita dapat menyimpulkan. Sebetulnya kesuksesan tidak dilihat dari mana
dia dilahirkan atau dimana tempat dia meneruskan pendidikan atau dimana dia
bekerja. Tetapi kesuksesan dapat diperoleh dalam diri masing-masing induvidu.
Kepuasan dapat diperoleh dari diri sendiri. Orang lain memang hanya dapat
mengomentari, tetapi kepuasan dan perasaan bangga hanya dapat timbul dari dalam
diri kita sendiri. Hal lain yang mungkin terjadi, ketika kita mampu membawa
pengaruh positif untuk orang-orang di sekitar kita. Tanpa memandang darimana
kita, itu sudah dikategorikan dalam hal sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar