Sabtu, 14 Oktober 2017

Apa sih Ideologi itu?



A.      PENGANTAR IDEOLOGI
Ideologi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua kata: ideos artinya pemikiran, dan logos artinya logika, ilmu, pengetahuan. Ideologi merupakan suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam yang dipunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat tentang bagaimana cara sebaliknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku mereka bersama dalam berbagai segi kehidupan duniawi mereka. Ideologi juga memiliki arti: konsepsi manusia mengenai politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan untuk diterapkan dalam suatu masyarakat atau negara.
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 utnuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Tujuan utama ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran yang normatif.
Proses kelahiran ideologi:
1.      Ideologi lahir dari pemikiran seseorang melalui cita-cita masyarakat yang diperjuangkan dalam gerakan politikdiakui dan dirumuskan secara sistematis.
2.      Ideologi berdasarkan alam pikiran masyarakat ataupun mitos-mitos sehingga mereka dapat tunduk dan meyakini.
3.      Ideologi berdasarkan keyakinan universal, biasanya lahir diinspirasi oleh spirit agama. Sehingga, ideologi yang lahir dari suatu keyakinan Iman dan bersifat universal akan hidup secara permanen tidak akan goyah dan mati.
Dimensi dan Tahapan Ideologi:
1.      Dimensi realitas, adalah kemampuan ideologi untuk mencerminkan realitas dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakatnya. Karena hanya dari dimensi ini anggota masyarakat akan merasa bahwa ideologi itu memang miliknya.
2.      Dimensi idealisme, adalah kemampuan dasar ideologi yang terkandung dalam nilai-nilai dasar ideologi tersebut.
3.      Dimensi fleksibilitas, adalah dimensi ketiga ini menuntut kemampuan ideologi untuk melandasi dan meneropong perubahan atas pembaruan masyarakat, sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan itu.
Akar Ideologi dari Tiga Pendekatan Filsafat:
1.      Filsafat Idealisme
Ini mengedepankan faham rasionalisme dan individualisme, yang dalam kehidupan berpolitik telah melahirkan ideologi Liberalisme dan Kapitalisme. Pandangan kehidupan yang berdasarkan ideologi Liberalisme-kapitalisme, melahirkan faham Sekularisme-Moderat dalam mengatur kehidupan politik-kenegaraan.
2.      Filsafat Materialisme
Ini mengedepankan faham emosionalisme berupa perjuangan kelas dengan kekerasan dan kolektivisme, yang dalam kehidupan berpolitik telah melahirkan ideologi Sosialisme-Komunisme. Ini melahirkan faham dalam membangun kehidupan kenegaraan dalam konteks hubungan agama dengan  negara adalah dipertentangkan. Pandangan kehidupan yang berdasar ideologi Sosialisme-Komunisme melahirkan faham Sekularisme-Radikal dalam mengatur kehidupan berpolitik-kenegaraan.
3.      Filsafat Teologisme
Dalam faham ini dibagi menjadi dua:
a)      Faham agama yang menempatkan ajaran Tuhan memegang peran sentral dalam kehidupan politik-kenegaraan, tetapi dalam konstruk politiknya, menjadikan pemuka agama sebagai tokoh dikultuskan.
b)      Faham agama yang memang menempatkan ajaran Tuhan sebagai sumber inspirasi, motivasi dan ekspresi. Agama dapat didialogkan untuk terlibat sebagai wacana sekaligus sumber etika, moral dan hukum, maka dalam kehidupan politik-kenegaraan itu dapat dikatakan agama bersifat dinamis, dapat disebut pula sebagai filsafat teologisme-dinamis.
Fungsi dan Faktor Pendukung Ideologi:
Ideologi mempunyai beberapa fungsi:
1)      Fungsi Etis, yaitu sebagai panduan dan sikap serta perilaku kelompok masyarakat dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan.
2)      Fungsi Integrasi, yaitu nilai yang menjadi pengikat suatu bangsa atau masyarakat.
3)      Fungsi Kritis, yaitu sebagai ukuran nilai yang dapat digunakan untuk melakukan kritik terhadap nilai atau keadaan tertentu.
4)      Fungsi Praxis, yaitu sebagai acuan dalam memecahkan masalah-masalah kongkrit.
5)      Fungsi Justifikasi, yaitu ideologi sebagai nilai pembenar atas suatu tindakan atau kebijakan tertentu yang dikeluarkan oleh suatu kelompok tertentu.
Menurut tokoh psyco-analisis Foucault, ideologi menyangkut empat faktor atau hal penting: 1] Ekonomi sebagai basis, 2] Kelas yang berkuasa, 3] Kekuatan repressif, 4] Sesuatu yang berlawanan dengan kebenaran sejati.

Sumber :
Kristeva, M. A., Nur Sayyid Santosa, Sejarah Ideologi Dunia (Yogyakarta: Lentera
       Kreasindo, 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar